FORHATI mempersembahkan “Sekolah Demokrasi Insan Cita” (SDIC)

JAKARTA- Forum Alumni HMI-Wati/Kohati (Forhati) melalui Sekolah Demokrasi Insan Cita (SDIC) siapkan politisi perempuan kader HMIWati di seluruh Indonesia yang ingin memenangkan pertarungan Pemilihan Legislatif 2019.

Selama empat hari di SDIC, para politisi perempuan kader HMIWati berkesempatan mendalami peran dan fungsi legislatif dari DPR RI, menemukan jalan sukses dengan memahami mekanisme Pemilu dari Komisioner KPU RI, hingga cara penyelesaian perselisihan Pemilu dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelfa dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ida Budhiati.

SDIC juga akan menghadirkan Presidium Majelis Nasional KAHMI; Komisioner KPU periode 2002-2007, Chusnul Mar’iyah; dan komisioner KPU periode 2004-2007 dan anggota DKPP 2014-2018, Valina Singka Subekti ; Anggota DPD RI, Ibu GKR. Hemas; Pakar Komunikasi Politik, Effendi Ghazali, untuk berbagi pengetahuan agar para peserta memiliki kemampuan argumentasi dan kualitas yang mumpuni untuk menjadi wakil rakyat.

Motivasi meraih mimpi sebagai legislator perempuan akan semakin kuat dengan mendengar pengalaman tokoh transformasi from zero to hero seperti Tomy Sutomo (Mantan Dirut Angkasa Pura I)

Tak hanya teori, SDIC akan menfasilitasi para peserta bertukar pikiran dengan konsultan politik yang sukses mengantarkan Presiden/Gubernur/Bupati mencapai kemenangan antara Eep Saefullah Fatah dan Syamsuddin Haesy.

Menemukan inspirasi dari perjalanan panjang politisi perempuan, Wan Azizah yang berhasil merebut hati rakyat dan memenangkan Pemilu Raya Malaysia melalui Stadium General di Kuala Lumpur Malaysia.

Para peserta juga akan berkonsultasi dengan mentor politik tingkat nasional yang berhasil menduduki kursi DPR dengan biaya terbatas di antaranya ada Ferry Mursyidan Baldan, Sofhian Mile, dan Afni Ahmad.

“Mentor politik, alumni HMI dan politisi kawakan ini tak hanya menjadi partner diskusi selama empat hari, namun juga siap mendampingi dan berbagi tips dan trik meraih kursi legislatif” ungkap Presidium Majelis Nasional FORHATI.

Lebih jauh, Hanifah menyampaikan bahwa diadakannya Sekolah Demokrasi Insan Cita ini adalah untuk menyiapkan kader HMI Wati yang terjun ke dunia politik agar memiliki kematangan sebagai legislator dan strategi pemenangannya.

Ketua Panitia Sekolah Demokrasi Insan Cita FORHATI, Endah Cahya Immawati menyampaikan bahwa para peserta adalah berasal Alumni HMI-Wati yang berasal dari seluruh Indonesia dan dari berbagai latar belakang Partai Politik. Fungsinya adalah untuk menyiapkan kader agar dapat berkontribusi secara Optimal pada pemilu 2019 mendatang dan menjadi legislator selama 5 tahun mendatang.
Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak antara lain seperti BPJS Ketenagakerjaan, Tirta One, dan Tilik.Id

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial