FORHATI Ajak Perangi LGBT

Presidium FORHATI (Forum Alumni HMI-Wati) mengajak seluruh elemen bangsa untuk mencegah perilaku menyimpang dari  LGBT agar tidak merusak masa depan kehidupan warga masyarakat bangsa.
LGBT seharusnya menjadi musuh bersama karena perilaku menyimpang ini melanggar norma agama, susila dan budaya Indonesia.
“Kita tidak sedang membicarakan HAM dan perlakuan keadilan terhadap WNI, namun sesungguhnya kita membicarakan penyakit sosial akibat prilaku menyimpang seorang WNI yang membahayakan kelangsungan hidup manusia,” kata Koordinator Presidium FORHATI Nasional Hanifah Husein dalam sambutannya ketika membuka Diskusi tentang LGBT yang digelar FORHATI di KAHMI Center, Jumat (2/2).
Dikatakan, LGBT bukan dimaknai wilayah private WNI yang dikaitkan dengan HAM, ketidakadilan dan perlakuan diskriminatif terhadap WNI.  Namun LGBT dipandang sebagai masalah sosial yang harus diatasi bersama oleh segenap elemen bangsa.
“Oleh karenanya Negara dan seluruh elemen bangsa harus hadir untuk memberantas perilaku tersebut agar tidak menyebar luas dan jelas-jelas merusak kehidupan bangsa,” kata Hanifah.
Pada kenyataannya, tambah Hanifah,  penyebaran ajakan perilaku menyimpang telah menjadi penglihatan terbuka bagi kita semua. Kehadiran Negara dengan perangkat regulasi aturan hukumnya harus menjadi therapi yang ampuh sebagai bentuk energy pencegahan penyebaran dan atmosfir yang menyembuhkan.
Pertama dan utama kehadiran negara dengan perangkat hukumnya untuk menghindari menyebarnya perilaku menyimpang LGBT adalah dengan pemidanaan terhadap perilaku tersebut yang tertuang dalam RUU RKHUHP yang nantinya diundangkan menjadi KUHP sebagai landasan hukum dalam berbangsa dan bernegara.
LGBT yang ada dan menyebar hari ini, lanjut Hanifah,  adalah bukan penyakit bawaan lahir tapi penyakit jiwa akibat gaya hidup yang tentunya bisa disembuhkan, oleh karena itu kehidupan keluarga yang harmonis sebagai benteng utama menjadi sangat penting.
“Dalam persfektif inilah tugas kita mengsingkronkan nilai keluarga dengan nilai sosial dalam menangani perilaku menyimpang ini,” ujarnya.
FORHATI sebagai satu dari elemen bangsa ikut bertanggung jawab mengawal pemerintah dan DPR yang nantinya akan memasukkan dan mengesahkan pasal pemidanaan terhadap perilaku LGBT dalam  RUU KUHP.
Di atas segalanya, Presidium FORHATI berharap dan mengajak semua yang hadir untuk terus menyuarakan dan melakukan penyuluhan tentang bahaya perilaku menyimpang ini dimulai dari rumah atau keluarga sendiri. (rir)
INDOPOS.CO.ID
Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial